SHOLAT MAKTUBAH
Sholat Maktubah adalah sholat-sholat yang difardukan atas tiap-tiap muslim yang mukalaf yaitu Sholat Subuh, Sholat Duhur, Sholat Asar, Sholat magrib dan Sholat Isya
Sholat ini mulai disyari’atkan pada malam Isro Mi’roj nabi Muhammad SAW, awalnya Allah mewajibkan sholat kepadanya sebanyak 50 waktu dalam sehari semalam, kemudian oleh Allah diringankan menjadi 5 waktu saja, namun pahalanya seperti yang 50 waktu.
Peristiwa Isro Mi’roj terjadi 18 bulan sebelum Nabi Muhammad SAW Hijrah ke Madinah.
Pengertian
Sholat Fardhu / Wajib Lima Waktu
Menurut
bahasa shalat artinya berdoa,
Sedangkan
menurut istilah shalat adalah suatu perbuatan serta perkataan
yang dimulai dengan takbir dan diakhiri dengan salam sesuai dengan persyaratkan
yang ada.
Hukum sholat fardhu
Hukum sholat fardhu lima
kali sehari adalah wajib bagi semua orang yang telah dewasa atau akil baligh
serta normal (
tidak gila )
Tujuan shalat
Tujuan
shalat adalah untuk mencegah perbuatan keji dan munkar.
Shalat
wajib 5 (lima) waktu yaitu Dhuhur, Ashar, Maghrib, Isya' dan Subuh hukumnya
fardhu (wajib) dan salah satu tiang utama dalam Islam di samping shahadat,
puasa Ramadhan, zakat dan haji.
Oleh karena itu,
melakukan shalat lima waktu setiap hari adalah wajib bagi setiap muslim dan
muslimah selagi dia masih bernafas.
Kecuali,
karena sebab adanya udzur yang ditentukan
oleh syariah seperti haid, nifas, gila, lupa, tertidur. Itupun harus diganti (qadha) pada waktu yang
lain, apabila faktor penyebab tidak solat tersebut tidak ada lagi. Misalnya,
tidak shalat subuh karena tertidur, maka dia harus mengqadha-nya begitu dia
bangun.
Yang tak kalah penting adalah mengetahui tata cara shalat dengan benar.
SYARAT WAJIB
SHALAT
1.
Beragama
Islam
2. Memiliki akal yang waras alias tidak gila atau autis
3. Berusia cukup dewasa
4. Telah sampai dakwah islam kepadanya
5. Bersih dan suci dari najis, haid, nifas, dan lain sebagainya
6. Sadar atau tidak sedang tidur
2. Memiliki akal yang waras alias tidak gila atau autis
3. Berusia cukup dewasa
4. Telah sampai dakwah islam kepadanya
5. Bersih dan suci dari najis, haid, nifas, dan lain sebagainya
6. Sadar atau tidak sedang tidur
SYARAT SAHNYA SHALAT
1.
Masuk waktu shalat:
2.
Suci dari hadats besar dan hadats
kecil:
3.
Suci badan, pakaian dan tempat shalat
dari najis.
4.
Menutup Aurat.
5.
Menghadap
Kiblat
Penjelasan Syarat
Sah Sholat
1.
Masuk waktu
shalat:
shalat lima waktu baru sah apabila dilaksanakan pada waktu yang telah ditentukan.
Misalnya, shalat dhuhur harus dilaksakan pada waktu dzuhur.
2.
Suci dari hadats
besar dan hadats kecil :
a.
Hadats
besar adalah haid, nifas dan junub (keluar sperma).
Untuk mensucikannya harus dengan mandi
junub atau jinabat.
b.
Hadats kecil adalah kentut
dan menyentuh wanita bukan mahram.
Cara mensucikannya adalah dengan
berwudhu.
3.
Suci badan, pakaian
dan tempat shalat dari najis.
Contoh
najis adalah darah, segala kotoran (tinja) hewan atau manusia, bangkai
(binatang yang mati tanpa disembelih secara syariah), anjing dan babi.
4.
Menutup Aurat (anggota badan yang harus ditutupi).
Aurat
laki-laki adalah antara pusar sampai lutut.
Aurat
perempuan adalah seluruh anggota badan kecuali wajah dan telapak tangan.
5.
Menghadap
Kiblat
Waktu Shubuh diawali dari munculnya fajar shaddiq, yakni cahaya putih yang
melintang di ufuk timur. Waktu shubuh berakhir ketika terbitnya Matahari.
Waktu dzuhur diawali jika matahari telah tergelincir (condong) ke arah
barat, dan berakhir ketika masuk waktu Ashar.
Waktu
Ashar diawali jika panjang bayang-bayang benda melebihi panjang benda itu
sendiri. Waktu Ashar berakhir dengan terbenamnya Matahari.
Waktu
Maghrib diawali dengan terbenamnya Matahari, dan berakhir dengan masuknya waktu
Isya.
Waktu
Isya' diawali dengan hilangnya cahaya merah (syafaq) di langit barat, dan
berakhir hingga terbitnya fajar shadiq keesokan harinya.
1.
Niat
2.
Berdiri bagi yang mampu
3.
Takbiratul ikhram. Yaitu takbir pembuka
shalat.
4.
Membaca Al-Fatihah
5.
Ruku’ (membungkukkan badan) dengan Tuma’ninah
6.
I’tidal (bangun dari ruku') dengan Tuma’ninah
7.
Sujud dengan Tuma’ninah
8.
Duduk diantara dua sujud dengan
Tuma’ninah
9.
Duduk pada tasyahud (tahiyat) akhir
10.
Membaca tasyahud akhir
11.
Membaca
shalawat Nabi yaitu allahumma shalli 'ala sayidina Muhammad wa 'ala ali sayidina
Muhammad.
12.
Salam
PERKARA
YANG MEMBATALKAN SHALAT
Perkara yang membatalkan shalat ada 12 yaitu
Perkara yang membatalkan shalat ada 12 yaitu
1.
Sengaja berbicara
2.
Bergerak yang bukan gerakan shalat
berturut-turut sebanyak 3 x
3.
Berhadats kecil atau besar
4.
Terkena Najis
5.
Terbukanya aurat dengan sengaja
6.
BerUubah Niat
7.
Membelakangi kiblat
8.
Makan atau minum dengan sengaja
walaupun sedikit
9.
Tertawa terbahak-bahak
10.
Murtad atau keluar dari Islam.
11.
Meninggalkan
salah satu rukun dengan sengaja
GERAKAN DAN BACAAN YANG SUNNAH DALAM SHALAT
FARDHU
Hukumnya mendapat
pahala apabila dikerjakan, tapi tetap sah sholatnya apabila tidak dikerjakan
2.
Membaca takbir selain takbirotul ihram.
3.
Membaca a'udzubillahi
minasyaithanirrojim (ta'awudz) sebelum membaca Al Fatihah.
4.
Membaca subhana robbiyal adzimi wa
bihamdih saat ruku
5.
Dan membaca subhana robbiyal a'la wa
bihamdih saat sujud.
6.
Membaca sami-Allohu liman hamidah saat
bangun dari ruku
7.
Membaca robbana wa lakal hamdu setelah tegak berdiri setelah rukuk.
8.
Membaca qunut setelah rukuk rakaat
kedua shalat subuh.
9.
Membaca surat dari Al-Qur’an setelah
membaca Al-Fatihah pada dua raka’at awal.
12.
Meletakkan
dua tangan pada lutut selama ruku’
13.
Meletakkan tangan
kanan di atas tangan kiri selama berdiri.
14.
Duduk di atas kaki
kiri dan menegakkan kaki kanan (duduk iftirash disaat tasyahud awal)
15.
Duduk tawarruk di saat
tasyahhud (tahiyat) terakhir Duduk tawarruk itu ialah duduk di atas tanah
dengan posisi kaki kiri berada di bawah kaki kanan, sementara kaki kanan
tersebut ditegakkan.
16.
Memberi isyarat (menunjuk) dengan jari
telunjuk pada tasyahhud (tahiyyat) pertama dan terakhir, dari mulai pertama
kali duduk sampai selesai membaca tasyahhud.
17.
Mengeraskan bacaan (jahr) pada waktu
shalat Subuh, shalat Jum'at, dan pada dua rakaat pertama dari shalat Maghrib
dan shalat Isya
18.
Menyamarkan bacaan pada waktu shalat
Dhuhur, shalat Ashar dan pada rakaat ketiga dari shalat Maghrib dan dua rakaat
terakhir dari shalat Isya'.
SHOLAT SUNNAH
Sholat adalah salah satu
kewajiban bagi kaum muslim yang sudah mukallaf dan harus dikerjakan baik bagi
mukimin (tetap)
maupun dalam perjalanan.
Shalat merupakan rukun Islam
kedua setelah syahadat. Islam didirikan atas lima sendi (tiang) salah satunya
adalah shalat, sehingga barang siapa mendirikan sholat ,maka ia mendirikan
agama Islam, dan barang siapa meninggalkan shalat,maka ia meruntuhkan agama
Islam.
Sholat harus didirikan dalam
satu hari satu malam sebanyak lima kali, dan jumlahnya adalah 17 rakaat. Sholat
merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan tanpa kecuali bagi muslim mukallaf
baik yang sedang sehat maupun yang sedang sakit.
Selain
shalat wajib, juga ada shalat sunnah.
Macam-macam Sholat Sunnah :
1)
Shalat Sukrol Wudhu,
shalat
sunnah 2 rakaat yang dikerjakan setiap selesai wudhu,
Niatnya : Ushalli sunnatal wudlu-i rak'ataini lillahi
Ta'aalaa
2)
Shalat Tahiyatul Masjid,
Shalat
sunnah 2 rakaat yang dikerjakan ketika masuk masjid, sebelum duduk untuk menghormati
masjid.
Niatnya :
Ushalli sunnatal Tahiyatul Masjidi rak'ataini lillahi Ta'aalaa
3)
Shalat Dhuha,
Shalat sunnah yang dikerjakan ketika matahari
baru naik.
Jumlah
rakaatnya minimal 2 maksimal 12.
Niatnya
: Ushalli sunnatal Dhuha rak'ataini lillahi
Ta'aalaa
4)
Shalat Rawatib,
shalat sunnah yg dikerjakan mengiringi shalat fardhu.
shalat sunnah yg dikerjakan mengiringi shalat fardhu.
A. Qabliyah
adalah shalat sunnah rawatib yang
dikerjakan sebelum shalat wajib.
Waktunya :
ü
2 rakaat sebelum shalat
subuh,
ü
2 rakaat sebelum shalat
Dzuhur,
ü
2 atau 4 rakaat sebelum
shalat Ashar,
ü
2 rakaat sebelum shalat
Isya.
Niatnya : Ushalli sunnatan ............. rak'ataini Qibliyyatan lillahi
Niatnya : Ushalli sunnatan ............. rak'ataini Qibliyyatan lillahi
B. Ba'diyyah
adalah shalat sunnah rawatib yang
dikerjakan setelah shalat fardhu.
Waktunya :
ü
2 atau 4 rakaat
sesudah shalat Dzuhur,
ü
2 rakaat sesudah shalat Magrib
ü
2 rakaat sesudah shalat Isya.
Niatnya : Ushalli sunnatadh ........ rak'ataini Ba'diyyatan lillahi Ta'aalaa
Niatnya : Ushalli sunnatadh ........ rak'ataini Ba'diyyatan lillahi Ta'aalaa
5)
Shalat Tahajud,
shalat sunnah pada waktu malam. Sebaiknya lewat tengah malam dan setelah tidur. Minimal 2 rakaat maksimal sebatas kemampuan kita.
shalat sunnah pada waktu malam. Sebaiknya lewat tengah malam dan setelah tidur. Minimal 2 rakaat maksimal sebatas kemampuan kita.
Niatnya
: Ushalli sunnatal tahajjudi rak'ataini
lillahi Ta'aalaa
6)
Shalat Istikharah,
shalat sunnah 2 rakaat untutk meminta petunjuk yg baik, bila kita menghadapi 2 pilihan atau ragu dalam mengambil keputusan. Sebaiknya dikerjakan pada 2/3 malam terakhir.
Niatnya : Ushalli sunnatal Istikharah rak'ataini lillahi Ta'aalaa
shalat sunnah 2 rakaat untutk meminta petunjuk yg baik, bila kita menghadapi 2 pilihan atau ragu dalam mengambil keputusan. Sebaiknya dikerjakan pada 2/3 malam terakhir.
Niatnya : Ushalli sunnatal Istikharah rak'ataini lillahi Ta'aalaa
7)
Shalat Hajat,
shalat sunnah 2 rakaat untuk memohon agar hajat kita dikabulkan oleh Allah SWT. Minimal 2 rakaat maksimal 12 rakaat dengan salam setiap 2 rakaat.
Niatnya :
shalat sunnah 2 rakaat untuk memohon agar hajat kita dikabulkan oleh Allah SWT. Minimal 2 rakaat maksimal 12 rakaat dengan salam setiap 2 rakaat.
Niatnya :
Ushalli
sunnatal Haajati rak'ataini lillahi Ta'aalaa
8)
Shalat Mutlaq,
shalat sunnah tanpa sebab dan tidak ditentukan waktunya, juga tidak dibatasi jumlah rakaatnya.
Niatnya : Ushalli sunnatal rak'ataini lillahi Ta'aalaa
shalat sunnah tanpa sebab dan tidak ditentukan waktunya, juga tidak dibatasi jumlah rakaatnya.
Niatnya : Ushalli sunnatal rak'ataini lillahi Ta'aalaa
9)
Shalat Taubat,
Shalat sunnah yang dilakukan setelah merasa berbuat dosa kepada Allah SWT, agar mendapat ampunanNya.
Niatnya : Ushalli sunnatal Taubati rak'ataini lillahi Ta'aala
Shalat sunnah yang dilakukan setelah merasa berbuat dosa kepada Allah SWT, agar mendapat ampunanNya.
Niatnya : Ushalli sunnatal Taubati rak'ataini lillahi Ta'aala
10) Shalat
Tasbih,
shalat sunnah yang dianjurkan dikerjakan tiap malam, jika tidak bisa 1minggu sekali / paling tidak seumur hidup sekali.
shalat sunnah yang dianjurkan dikerjakan tiap malam, jika tidak bisa 1minggu sekali / paling tidak seumur hidup sekali.
Shalat ini sebanyak 4 rakaat,
dengan ketentuan jika dikerjakan pada siang hari cukup dengan 1 salam, Jika
dikerjakan pada malam hari dengan 2 salam.
Niat : Ushalli sunnatan tasbihi raka'ataini lilllahi ta'aalaa.
Niat : Ushalli sunnatan tasbihi raka'ataini lilllahi ta'aalaa.
11) Shalat
Tarawih,
shalat sunnah sesudah shalat Isya, pada bulan Ramadhan.
shalat sunnah sesudah shalat Isya, pada bulan Ramadhan.
Niat shalat tarawih :
Ushalli sunnatan Taraawiihi rak'ataini (Imamam/makmuman) lillahi ta'aallaa
artinya :
"Aku niat shalat sunat tarawih 2rakaat (imamam/makmum) krn Allah"
12. Shalat Witir,
shalat sunnat Mu Akad (dianjurkan) yg biasanya dirangkaikan dengan shalat tarawih,
Ushalli sunnatan Taraawiihi rak'ataini (Imamam/makmuman) lillahi ta'aallaa
artinya :
"Aku niat shalat sunat tarawih 2rakaat (imamam/makmum) krn Allah"
12. Shalat Witir,
shalat sunnat Mu Akad (dianjurkan) yg biasanya dirangkaikan dengan shalat tarawih,
Blngan shalat witir 1,3,5,7 smpai 11rakaat.
Niat : Ushalli sunnatal witri rak' atan lillahi ta'aalaa
artinya : "Aku niat shalat sunnat witir rakaat krn Allah"
13. Shalat Hari Raya,
shalat Idul Fitri pada 1 Syawal dan Idul Adha pada 10 Dzulhijah. Hukumnya sunnah Mu akad (dianjurkan).
Niat Shalat Idul Fitri :
Ushalli sunnatal li, iidil fitri rak'ataini (imamam/makmumam) lillahi Taa'laa
Niat Shalat Idul Adha :
Ushalli sunnatal li'iidil Adha rak'ataini (imamam.makmumam) lillahita'aalaa
Waktu shalat hari raya adalah setelah terbit matahari sampai condongnya matahari.
Niat : Ushalli sunnatal witri rak' atan lillahi ta'aalaa
artinya : "Aku niat shalat sunnat witir rakaat krn Allah"
13. Shalat Hari Raya,
shalat Idul Fitri pada 1 Syawal dan Idul Adha pada 10 Dzulhijah. Hukumnya sunnah Mu akad (dianjurkan).
Niat Shalat Idul Fitri :
Ushalli sunnatal li, iidil fitri rak'ataini (imamam/makmumam) lillahi Taa'laa
Niat Shalat Idul Adha :
Ushalli sunnatal li'iidil Adha rak'ataini (imamam.makmumam) lillahita'aalaa
Waktu shalat hari raya adalah setelah terbit matahari sampai condongnya matahari.
Syarat, rukun & sunnatnya sama seperti
shalat yg lainnya. Hanya ditambah beberapa sunnat sebagai berikut :
a. Berjamaah
b. Takbir 7kali pada rakaat pertama dan 5 kali pada rakat ke 2
c. Mengangkat tangan setinggi bahu pada tiap takbir.
d. Setelah takbir yg ke2 sampai takbir yang terakhir baca tasbih.
e. Membaca surat Qaf di rakaat pertama&surat Al Ghasiyah pada rakaat kedua.
f. Imam menyaringkan bacaannya
g. Khutbah 2kali setelah shalat sebagaimana khutbah jum'at
h. Pada khutbah Idul Fitri memaparkan tentang zakat fitrah & pada Idul Adha tentang hukum-hukum Qurban.
i. Mandi, berhias, memakai pakaian sebaik-baiknya.
j. Makan terlebih dahulu pada shalat Idul Fitri, pada Shalat Idul Adha sebaliknya.
14. Shalat Khusuf,
shalat sunat sewaktu terjadi gerhana bulan/matahari. Minimal 2rakaat.
Caranya mengerjakannya :
a). Shalat 2 rakaat dengan 4 x ruku' yaitu pada rakaat pertama, setelah ruku'&I'tidal baca fatihah lagi kemudian ruku'&I'tidal kembali setelah itu sujud sebagaimana biasa. Begitu pula pada rakaat ke 2.
b). Disunatkan baca surat yang panjang, sedang membacanya pada waktu gerhana bulan harus nyaring, sedangkan pada gerhana matahari sebaliknya.
Niat shalat gerhana bulan : Ushalli sunnatal khusuufi rak'ataini lillahita'aalaa
artinya : Aku niat shalat gerhana bulan 2rakaat krn Allah"
15. Shalat Istiqa',
shalat sunat yg dikerjakan untuk memohon hujan kepada Allah SWT.
Niatnya : Ushalli sunnatal Istisqaa-i rak'ataini (imamam/makmumam) lillahita'aalaa
artinya : "Aku niat shalat istisqaa 2rakaat (imam/makmum) karena Allah"
Syarat-syarat mengerjakana Shalat Istisqa :
a). 3 hari sebelumnya agar ulama memerintahkan umatnya bertaobat dengan berpuasa dan meninggalkan segala kedzaliman serta menganjurkan beramal shaleh. Sebab menumpuknya dosa itu mengakibatkan hilangnya rejeki dan datangnya murka Allah.
b). Pada hari ke4 semua penduduk termasuk yang lemah dianjurkan pergi kelapangan dengan pakaian sederana dan tanpa wangi-wangian untuk shalat Istisqa'
c). Usai shalat diadakan khutbah 2 kali. Pada khutbah pertama hendaknya baca istigfar 9 x dan pada khutbah kedua 7x. Pelaksanaan khutbah istisqa berbeda dgn khutbah lainnya, yaitu :
a. Khatib disunatkan memakai selendang.
b. Isi khutbah menganjurkan byk beristigfar,berkeyakinan bhw Allah SWT akan mengabulkan permintaan mereka.
c. Saat berdo'a hendaknya mengangkat tangan setinggi-tingginya.
d. Saat berdo'a pada khutbah kedua, khatib hendaknya menghadap kiblat membelakangi makmumnya.
a. Berjamaah
b. Takbir 7kali pada rakaat pertama dan 5 kali pada rakat ke 2
c. Mengangkat tangan setinggi bahu pada tiap takbir.
d. Setelah takbir yg ke2 sampai takbir yang terakhir baca tasbih.
e. Membaca surat Qaf di rakaat pertama&surat Al Ghasiyah pada rakaat kedua.
f. Imam menyaringkan bacaannya
g. Khutbah 2kali setelah shalat sebagaimana khutbah jum'at
h. Pada khutbah Idul Fitri memaparkan tentang zakat fitrah & pada Idul Adha tentang hukum-hukum Qurban.
i. Mandi, berhias, memakai pakaian sebaik-baiknya.
j. Makan terlebih dahulu pada shalat Idul Fitri, pada Shalat Idul Adha sebaliknya.
14. Shalat Khusuf,
shalat sunat sewaktu terjadi gerhana bulan/matahari. Minimal 2rakaat.
Caranya mengerjakannya :
a). Shalat 2 rakaat dengan 4 x ruku' yaitu pada rakaat pertama, setelah ruku'&I'tidal baca fatihah lagi kemudian ruku'&I'tidal kembali setelah itu sujud sebagaimana biasa. Begitu pula pada rakaat ke 2.
b). Disunatkan baca surat yang panjang, sedang membacanya pada waktu gerhana bulan harus nyaring, sedangkan pada gerhana matahari sebaliknya.
Niat shalat gerhana bulan : Ushalli sunnatal khusuufi rak'ataini lillahita'aalaa
artinya : Aku niat shalat gerhana bulan 2rakaat krn Allah"
15. Shalat Istiqa',
shalat sunat yg dikerjakan untuk memohon hujan kepada Allah SWT.
Niatnya : Ushalli sunnatal Istisqaa-i rak'ataini (imamam/makmumam) lillahita'aalaa
artinya : "Aku niat shalat istisqaa 2rakaat (imam/makmum) karena Allah"
Syarat-syarat mengerjakana Shalat Istisqa :
a). 3 hari sebelumnya agar ulama memerintahkan umatnya bertaobat dengan berpuasa dan meninggalkan segala kedzaliman serta menganjurkan beramal shaleh. Sebab menumpuknya dosa itu mengakibatkan hilangnya rejeki dan datangnya murka Allah.
b). Pada hari ke4 semua penduduk termasuk yang lemah dianjurkan pergi kelapangan dengan pakaian sederana dan tanpa wangi-wangian untuk shalat Istisqa'
c). Usai shalat diadakan khutbah 2 kali. Pada khutbah pertama hendaknya baca istigfar 9 x dan pada khutbah kedua 7x. Pelaksanaan khutbah istisqa berbeda dgn khutbah lainnya, yaitu :
a. Khatib disunatkan memakai selendang.
b. Isi khutbah menganjurkan byk beristigfar,berkeyakinan bhw Allah SWT akan mengabulkan permintaan mereka.
c. Saat berdo'a hendaknya mengangkat tangan setinggi-tingginya.
d. Saat berdo'a pada khutbah kedua, khatib hendaknya menghadap kiblat membelakangi makmumnya.
SHOLAT BERJAMA’AH
Salat berjamaah (Sholatul jama'ah)
merujuk pada aktivitas salat yang dilakukan
secara bersama-sama. Salat ini dilakukan oleh minimal dua orang dengan salah
seorang menjadi imam (pemimpin) dan yang
lainnya menjadi makmum.
Keutamaan
Adapun keutamaan
salat berjama'ah dapat diuraikan sebagai berikut:
- Salat berjama'ah lebih utama dari pada salat sendirian, dengan pahala 27 derajat.[1]
- Dari setiap langkahnya diangkat kedudukannya satu derajat dan dihapuskan baginya satu dosa serta senantiasa dido'akan oleh para malaikat.[2]
- Terbebas dari pengaruh (penguasaan) setan.[3]
- Memancarkan cahaya yang sempurna di hari kiamat.[4]
- Mendapatkan balasan yang berlipat ganda.[5]
- Sarana penyatuan hati dan fisik, saling mengenal dan saling mendukung satu sama lain.[6]
- Membiasakan kehidupan yang teratur dan disiplin. Pembiasaan ini dilatih dengan mematuhi tata tertib hubungan antara imam dan ma'mum, misalnya tidak boleh menyamai apalagi mendahului gerakan imam dan menjaga kesempurnaan shaf-shaf salat.[7]
- Merupakan pantulan kebaikan dan ketaqwaan.[8]
Kriteria
Imam
Kriteria pemilihan
Imam salat tergambar dalam hadits Nabi Muhammad SAW. yang
diriwayatkan oleh Abu Mas'ud Al-Badri:
"Yang
boleh mengimami kaum itu adalah orang yang paling pandai di antara mereka dalam
memahami kitab Allah (Al Qur'an) dan yang paling
banyak bacaannya di antara mereka. Jika pemahaman mereka terhadap Al-Qur'an
sama, maka yang paling dahulu di antara mereka hijrahnya ( yang paling dahulu
taatnya kepada agama). Jika hijrah (ketaatan) mereka sama, maka yang paling tua
umurnya di antara mereka".
1. ^ Rasulullah SAW bersabda: "Salat berjama'ah itu lebih
utama dari pada salat sendirian sebanyak dua puluh tujuh derajat." (HR.
Bukhari dan Muslim dari Ibnu Umar RA)
2. ^ Rasulullah SAW
bersabda: "Salat seseorang dengan
berjama'ah itu melebihi salatnya di rumah atau di pasar sebanyak dua puluh lima
kali lipat. Yang demikian itu karena bila seseorang berwudhu' dan menyempurnakan
wudhu'nya kemudian pergi ke masjid dengan tujuan
semata-mata untuk salat, maka setiap kali ia melangkahkan kaki diangkatlah
kedudukannya satu derajat dan dihapuslah satu dosa, dan apabila dia mengerjakan
salat, maka para Malaikat selalu memohonkan
untuknya rahmat selama ia masih berada ditempat salat selagi belum berhadats, mereka memohon:
"Ya Allah limpahkanlah
keselamatan atasnya, ya Allah limpahkanlah rahmat untuknya.' Dan dia telah
dianggap sedang mengerjakan salat semenjak menantikan
tiba waktu salat." (HR. Bukhari
dan Muslim dari Abu Huraira RA, dari terjemahan lafadz Bukhari)
3. ^ Rasulullah SAW bersabda:
"Berikanlah khabar gembira orang-orang yang rajin berjalan ke masjid dengan cahaya yang
sempurna di hari kiamat." (HR. Abu Daud, Turmudzi dan Hakim)
4. ^ Rasulullah SAW
bersabda: "Barangsiapa yang salat Isya dengan berjama'ah
maka seakan-akan ia mengerjakan salat setengah malam, dan barangsiapa yang
mengerjakan salat shubuh berjama'ah maka
seolah-olah ia mengerjakan salat semalam penuh. (HR. Muslim dan Turmudzi dari
Utsman RA)
5. ^ Rasulullah SAW
terbiasa menghadap ke ma'mum begitu selesai salat
dan menanyakan mereka-mereka yang tidak hadir dalam salat berjama'ah, para
sahabat juga terbiasa untuk sekedar berbicara setelah selesai salat sebelum
pulang kerumah. Dari Jabir bin Sumrah RA berkata: "Rasulullah SAW baru
berdiri meninggalkan tempat salatnya diwaktu shubuh ketika matahari telah
terbit. Apabila matahari sudah terbit,
barulah beliau berdiri untuk pulang. Sementara itu di dalam masjid orang-orang
membincangkan peristiwa-peristiwa yang mereka kerjakan di masa jahiliyah. Kadang-kadang
mereka tertawa bersama dan Nabi SAW pun ikut tersenyum." (HR. Muslim)
6. ^ Rasulullah SAW
bersabda: "Imam itu diadakan agar diikuti, maka jangan sekali-kali kamu
menyalahinya! Jika ia takbir maka takbirlah
kalian, jika ia ruku' maka ruku'lah
kalian, jika ia mengucapkan 'sami'alLaahu liman hamidah' katakanlah 'Allahumma
rabbana lakal Hamdu', Jika ia sujud maka sujud pulalah kalian. Bahkan apabila
ia salat sambil duduk, salatlah kalian sambil duduk pula!" (HR. Bukhori
dan Muslim, shahih)
Dari Barra' bin Azib berkata:
"Kami salat bersama Nabi SAW. Maka diwaktu beliau membaca 'sami'alLaahu
liman hamidah' tidak seorang pun dari kami yang berani membungkukkan
punggungnya sebelum Nabi SAW meletakkan dahinya ke lantai. (Jama'ah)
7. ^ Allah SWT berfiman:
"Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman
kepada Allah dan hari akhir, serta tetap mendirikan salat." (At-Tawbah
9:18)
8. ^ Rasulullah SAW
bersabda: "Janganlah kamu larang wanita-wanita itu pergi ke masjid-masjid
Allah, tetapi hendaklah mereka itu keluar tanpa memakai harum-haruman."
(HR. Ahmad dan Abu Daud dari Abu Huraira RA)
9. ^ "Siapa-siapa di
antara wanita yang memakai harum-haruman, janganlah ia turut salat Isya bersama
kami." (HR. Muslim, Abu Daud dan Nasa'i dari Abu Huraira RA, isnad hasan)
10. ^ Hadits dari Ummu Humaid
As-Saayidiyyah RA bahwa Ia datang kepada Rasulullah SAW dan mengatakan:
"Ya Rasulullah, saya senang sekali
salat di belakang Anda." Beliaupun menanggapi: "Saya tahu akan hal
itu, tetapi salatmu di rumahmu adalah lebih baik dari salatmu di masjid kaummu,
dan salatmu di masjid kaummu lebih baik dari salatmu di masjid Umum." (HR.
Ahmad dan Thabrani)
11. ^ Rasulullah SAW
bersabda: "Janganlah kalian melarang para wanita untuk pergi ke masjid,
tetapi (salat) di rumah adalah lebih baik untuk mereka." (HR. Ahmad dan
Keutamaan Shalat
Berjama’ah di Masjid
Shalat berjama’ah di
masjid memiliki banyak keutamaan, antara lain
1. Shalat
berjama'ah di masjid lebih baik 27 kali dari pada shalat sendirian
2.
Dinaikkan derajatnya dan dihapuskannya dosa pada setiap langkah kaki seseorang
yang menuju ke masjid untuk shalat berjama’ah
3.
Dibacakan shalawat dan dido’akan oleh para malaikat
BACAAN DO’A SETELAH SHOLAT
BACAAN DOA DZIKIR SAAT SHALAT DAN SETELAH SHALAT FARDHU
Berikut bacaan, doa, dzikir dan wirid yang biasa dibaca pada saat shalat dan setelah shalat fardhu.
BACAAN DOA IFTITAH
Adalah bacaan yang dibaca setelah takbirotul ihram (takbir pembuka dalam sholat). Dan umumnya hanya dibaca pada shalat fardhu.
Berikut bacaan doa iftitah:
كَبِيرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرا وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً
إنِي وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِى فَطَرَ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا أَنَا مِنَ اْلمُشْرِكِين
إِنَّ صَلاَتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلَّهِ رَبِّ اْلعَالَمِينَ
لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ اْلمُسْلِمِينَ
BACAAN DOA TASYAHHUD (TAHIYAT) AWAL
التَّحِيَّاتُ ألمُبَاركاتُ الصَّلَوَاتُ َالطَّيِّبَاتُ ِلِلَّهِ السَّلَامُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ السَّلا مُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالحينَ ِ أَشْهَدُ أَنْ لا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ محَمَّدًا رَسُولُُ الله اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سيدنا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سيدنا مُحَمَّدٍ
BACAAN DOA TASYAHHUD (TAHIYAT) AKHIR
التَّحِيَّاتُ ألمباركات الصَّلَوَاتُ
َالطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ السَّلَامُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْةُ اللَّهِ
وَبَرَكَاتُهُ السَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ ِ
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُُ
الله اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سيدنا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سيدنا مُحَمَّدٍ كَمَا
صَلَّيْتَ عَلَى سيدنا إبْرَاهِيم وعَلَي آلِ سَيدنا إِبْرَاهِيمَ و بَارِِكْ
عَلَى سيدنا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سيدنا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سيدنا
إبراهيم و علي آلِ سيدناإِبْرَاهِيمَ في العالمين إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ
الَلهُمّ إنّي أعوذُبِكَ مِن عَذَابِ القَبرِ وَمِنْ عَذَابِ النارِ وِمْن عَذَاِب الِفتْنَةِ المَسِيحِ الدَجّال
يَا مُقَلّبَ القُلُوب ثَبِّتْ قَلْبي عَليَ دِيْنِك
الَلهُمّ إنّي أعوذُبِكَ مِن عَذَابِ القَبرِ وَمِنْ عَذَابِ النارِ وِمْن عَذَاِب الِفتْنَةِ المَسِيحِ الدَجّال
يَا مُقَلّبَ القُلُوب ثَبِّتْ قَلْبي عَليَ دِيْنِك
BACAAN DOA ANTARA DUA SUJUD
رَبِّ اغْفِرْ ِلي وَارْحمَني
وَاجْبرُنِي وَارْفَعْني وَارْزُقْنيِ وَعَافِني وَاعْفُ عَِني
BACAAN DOA SETELAH BANGUN DARI RUKU ( I’TIDAL )
رَبّنا لَكَ الحَمْدَ مِلْءُ
السَمَوَاتِ وَمِلْءُ الأرْضِ وَمِلْءُ مَا شِئْتَ ِمنْ شَيءٍ بَعْدُ
VII. NIAT SHALAT WAJIB LIMA WAKTU
Berikut bacaan niat shalat lima waktu. Untuk shalat berjamaah, tambahkan makmuman atau imaman sesuai dengan posisi Anda.
1. Shalat Subuh
اُصَلِّى فَرْضَ الصّبْحِ رَكْعَتَينِ
مُسْتَقْبِلَ الِقبْلَةِ اَدَاءً ِلله تعالى
2.
Shalat Dzuhur
اصلّى فرض الظّهراربع ركعات مستقبل
القبلة اداءلله تعالى
3.
Shalat Ashar
اصلّى فرض العصراربع ركعات مستقبل
القبلة اداءلله تعالى
4.
Shalat Maghrib
اصلّى فرض المغرب ثلاث ركعات مستقبل
القبلة اداءلله تعالى
5.
Shalat Isya'
اصلّى فرض العشاءاربع ركعات مستقبل
القبلة اداءلله تعالى
VIII. BACAAN DZIKIR WIRID DOA SETELAH SHALAT 5 WAKTU
Setelah shalat, terutama sholat berjamaah, biasanya diiringi oleh bacaan wirid dzikir dan doa yang dipandu oleh imam shalat. Bacaan berikut bisa juga dibaca sendirian.
أَسْتَغْفِرُاللهَ الْعَظِيْمَ لِى
وَلِوَالِدَيَّ وَلِمَشَائِخِيْ وَلِأصَحابِ اْلحُقُوْقِ الْوَاجِبَاتِ عَلَيَّ
وَلجَمِيعِ الْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ
أَلْاَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالاَمْوَاتِ×3
لاَ اِلهَ اِلاَّ اللّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَه, لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِى وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ×3
أَللّهُمَّ أَجِرْنِيْ مِنَ النَّارِ×3
أَللّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ وَمِنْكَ السَّلاَمُ وَاِلَيْكَ يَعُوْدُالسَّلاَمُ فَحَيِّنَا رَبَّنَا بِالسَّلاَمِ وَأَدْخِلْنَا الْجَنَّةَ دَارَ السَّلاَمِ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ يَاذَالْجَلاَلِ وَالاِكْرَامِ. أَللّهُمَّ لاَ مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ وَلاَمُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ وَلاَ رَادَّ لِمَا قَضَيْتَ وَلاَ يَنْفَعُ ذَالْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ
اللَهْمَّ أعِنَا عَلَي ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وحُسْنِ بِعبادَتِك
لاَ اِلهَ اِلاَّ اللّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَه, لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِى وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ×3
أَللّهُمَّ أَجِرْنِيْ مِنَ النَّارِ×3
أَللّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ وَمِنْكَ السَّلاَمُ وَاِلَيْكَ يَعُوْدُالسَّلاَمُ فَحَيِّنَا رَبَّنَا بِالسَّلاَمِ وَأَدْخِلْنَا الْجَنَّةَ دَارَ السَّلاَمِ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ يَاذَالْجَلاَلِ وَالاِكْرَامِ. أَللّهُمَّ لاَ مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ وَلاَمُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ وَلاَ رَادَّ لِمَا قَضَيْتَ وَلاَ يَنْفَعُ ذَالْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ
اللَهْمَّ أعِنَا عَلَي ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وحُسْنِ بِعبادَتِك
اِلهِ يَا رَبِّيْ اَنْتَ مَوْلنَا
سُبْحَنَ اللّه. ×33
أَلْحَمْدُ لِلّهِ. ×33
أَللّهُ أَكْبَرُ ×33
أَللّهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلّهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَنَ اللّهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً، لاَ إِلهَ إِلاَّ اللّهُ وَحْدَه‘ لاَشَرِيْكَ لَه‘، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِيْ وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلى كُلِّ شُيْئٍ قَدِيْرٌ وحسبنا الله ونعم الوكيل ولا حول ولا قوة إلا بالله العلي العظيم
أستغفرالله العظيم ×33
أَفضَلُ الِذكْرِ فَاعْلَمْ أنَهُ لاإله إلا الله مُحمدً رَسُولُ الله×3
لآاِلهَ اِلاَّ اللّه 33×
Tidak ada komentar:
Posting Komentar