Minggu, 06 September 2015

Fiqih kelas 2 DTA



 


SHOLAT  MAKTUBAH

 

Sholat Maktubah adalah sholat-sholat yang difardukan atas tiap-tiap muslim yang mukalaf yaitu Sholat Subuh, Sholat Duhur, Sholat Asar, Sholat magrib dan Sholat Isya

Sholat ini mulai disyari’atkan pada malam Isro Mi’roj nabi Muhammad SAW, awalnya Allah mewajibkan sholat  kepadanya sebanyak 50 waktu dalam sehari semalam, kemudian oleh Allah diringankan menjadi 5 waktu saja, namun pahalanya seperti yang 50 waktu.

Peristiwa Isro Mi’roj terjadi 18 bulan sebelum Nabi Muhammad SAW Hijrah ke Madinah.

 

 

 

 


Pengertian Sholat Fardhu / Wajib Lima Waktu
Menurut bahasa shalat artinya berdoa,
Sedangkan menurut istilah shalat adalah suatu perbuatan serta perkataan yang dimulai dengan takbir dan diakhiri dengan salam sesuai dengan persyaratkan yang ada.

Hukum sholat fardhu
Hukum sholat fardhu lima kali sehari adalah wajib bagi semua orang yang telah dewasa atau akil baligh serta normal ( tidak gila )

Tujuan shalat
Tujuan shalat adalah untuk mencegah perbuatan keji dan munkar.



Shalat wajib 5 (lima) waktu yaitu Dhuhur, Ashar, Maghrib, Isya' dan Subuh hukumnya fardhu (wajib) dan salah satu tiang utama dalam Islam di samping shahadat, puasa Ramadhan, zakat dan haji.
Oleh karena itu, melakukan shalat lima waktu setiap hari adalah wajib bagi setiap muslim dan muslimah selagi dia masih bernafas.
Kecuali, karena sebab adanya udzur yang ditentukan oleh syariah seperti haid, nifas, gila, lupa, tertidur. Itupun harus diganti (qadha) pada waktu yang lain, apabila faktor penyebab tidak solat tersebut tidak ada lagi. Misalnya, tidak shalat subuh karena tertidur, maka dia harus mengqadha-nya begitu dia bangun. Yang tak kalah penting adalah mengetahui tata cara shalat dengan benar.


SYARAT  WAJIB  SHALAT
1.       Beragama Islam
2. Memiliki akal yang waras alias tidak gila atau autis
3. Berusia cukup dewasa
4. Telah sampai dakwah islam kepadanya
5. Bersih dan suci dari najis, haid, nifas, dan lain sebagainya
6. Sadar atau tidak sedang tidur



SYARAT SAHNYA SHALAT
1.       Masuk waktu shalat:
2.       Suci dari hadats besar dan hadats kecil:
3.       Suci badan, pakaian dan tempat shalat dari najis.
4.       Menutup Aurat.
5.       Menghadap Kiblat




Penjelasan Syarat Sah Sholat
1.       Masuk waktu shalat:
shalat lima waktu baru sah apabila dilaksanakan pada waktu yang telah ditentukan. Misalnya, shalat dhuhur harus dilaksakan pada waktu dzuhur.

2.       Suci dari hadats besar dan hadats kecil :
a.       Hadats besar adalah haid, nifas dan junub (keluar sperma).
Untuk mensucikannya harus dengan mandi junub atau jinabat.
b.       Hadats kecil adalah kentut dan menyentuh wanita bukan mahram.
Cara mensucikannya adalah dengan berwudhu.

3.       Suci badan, pakaian dan tempat shalat dari najis.
Contoh najis adalah darah, segala kotoran (tinja) hewan atau manusia, bangkai (binatang yang mati tanpa disembelih secara syariah), anjing dan babi.

4.       Menutup Aurat (anggota badan yang harus ditutupi).
Aurat laki-laki adalah antara pusar sampai lutut.
Aurat perempuan adalah seluruh anggota badan kecuali wajah dan telapak tangan.

5.       Menghadap Kiblat



WAKTU SHALAT LIMA WAKTU
Waktu Shubuh diawali dari munculnya fajar shaddiq, yakni cahaya putih yang melintang di ufuk timur. Waktu shubuh berakhir ketika terbitnya Matahari.
Waktu dzuhur diawali jika matahari telah tergelincir (condong) ke arah barat, dan berakhir ketika masuk waktu Ashar.
Waktu Ashar diawali jika panjang bayang-bayang benda melebihi panjang benda itu sendiri. Waktu Ashar berakhir dengan terbenamnya Matahari.
Waktu Maghrib diawali dengan terbenamnya Matahari, dan berakhir dengan masuknya waktu Isya.
Waktu Isya' diawali dengan hilangnya cahaya merah (syafaq) di langit barat, dan berakhir hingga terbitnya fajar shadiq keesokan harinya.




RUKUN SHALAT LIMA WAKTU

Rukun sholat ada 14
1.         Niat
2.         Berdiri bagi yang mampu
3.         Takbiratul ikhram. Yaitu takbir pembuka shalat.
4.         Membaca Al-Fatihah
5.         Ruku’ (membungkukkan badan) dengan Tuma’ninah
6.         I’tidal (bangun dari ruku') dengan Tuma’ninah
7.         Sujud dengan Tuma’ninah
8.         Duduk diantara dua sujud dengan Tuma’ninah
9.         Duduk pada tasyahud (tahiyat) akhir
10.     Membaca tasyahud akhir
11.     Membaca shalawat Nabi yaitu allahumma shalli 'ala sayidina Muhammad wa 'ala ali sayidina Muhammad.
12.     Salam
13.     Tertib antara tiap rukun.


PERKARA YANG MEMBATALKAN SHALAT
Perkara yang membatalkan shalat
ada 12 yaitu
1.         Sengaja berbicara
2.         Bergerak yang bukan gerakan shalat berturut-turut sebanyak 3 x
3.         Berhadats kecil atau besar
4.         Terkena Najis
5.         Terbukanya aurat dengan sengaja
6.         BerUubah Niat
7.         Membelakangi kiblat
8.         Makan atau minum dengan sengaja walaupun sedikit
9.         Tertawa terbahak-bahak
10.     Murtad atau keluar dari Islam.
11.     Meninggalkan salah satu rukun dengan sengaja
12.     Mendahului Imam sebanyak 2 rukun apabila shalat dilaksanakan secara berjamaah.


GERAKAN DAN  BACAAN YANG SUNNAH DALAM SHALAT FARDHU
Hukumnya mendapat pahala apabila dikerjakan, tapi tetap sah sholatnya apabila tidak dikerjakan
1.       Membaca do'a iftitah setelah takbirotul ihrom (takbir pertama shalat).
2.       Membaca takbir selain takbirotul ihram.
3.       Membaca a'udzubillahi minasyaithanirrojim (ta'awudz) sebelum membaca Al Fatihah.
4.       Membaca subhana robbiyal adzimi wa bihamdih saat ruku
5.       Dan membaca subhana robbiyal a'la wa bihamdih  saat sujud.
6.       Membaca sami-Allohu liman hamidah saat bangun dari ruku
7.       Membaca robbana wa lakal hamdu    setelah tegak berdiri setelah rukuk.
8.       Membaca qunut setelah rukuk rakaat kedua shalat subuh.
9.       Membaca surat dari Al-Qur’an setelah membaca Al-Fatihah pada dua raka’at awal.
12.   Meletakkan dua tangan pada lutut selama ruku’





13.   Meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri selama berdiri.
14.   Duduk di atas kaki kiri dan menegakkan kaki kanan (duduk iftirash disaat tasyahud awal)
15.   Duduk tawarruk di saat tasyahhud (tahiyat) terakhir Duduk tawarruk itu ialah duduk di atas tanah dengan posisi kaki kiri berada di bawah kaki kanan, sementara kaki kanan tersebut ditegakkan.
16.   Memberi isyarat (menunjuk) dengan jari telunjuk pada tasyahhud (tahiyyat) pertama dan terakhir, dari mulai pertama kali duduk sampai selesai membaca tasyahhud.
17.   Mengeraskan bacaan (jahr) pada waktu shalat Subuh, shalat Jum'at, dan pada dua rakaat pertama dari shalat Maghrib dan shalat Isya
18.   Menyamarkan bacaan pada waktu shalat Dhuhur, shalat Ashar dan pada rakaat ketiga dari shalat Maghrib dan dua rakaat terakhir dari shalat Isya'.







 


SHOLAT  SUNNAH


Sholat adalah salah satu kewajiban bagi kaum muslim yang sudah mukallaf dan harus dikerjakan baik bagi mukimin (tetap) maupun dalam perjalanan.
Shalat merupakan rukun Islam kedua setelah syahadat. Islam didirikan atas lima sendi (tiang) salah satunya adalah shalat, sehingga barang siapa mendirikan sholat ,maka ia mendirikan agama Islam, dan barang siapa meninggalkan shalat,maka ia meruntuhkan agama Islam.
Sholat harus didirikan dalam satu hari satu malam sebanyak lima kali, dan jumlahnya adalah 17 rakaat. Sholat merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan tanpa kecuali bagi muslim mukallaf baik yang sedang sehat maupun yang sedang sakit.
Selain shalat wajib, juga ada shalat sunnah.


Macam-macam Sholat Sunnah :

1)         Shalat Sukrol Wudhu,
shalat sunnah 2 rakaat yang dikerjakan setiap selesai wudhu,
Niatnya    :    Ushalli sunnatal wudlu-i rak'ataini lillahi Ta'aalaa

2)         Shalat Tahiyatul Masjid,
Shalat sunnah 2 rakaat yang dikerjakan ketika masuk masjid, sebelum duduk untuk menghormati masjid.
Niatnya    :    Ushalli sunnatal Tahiyatul Masjidi rak'ataini lillahi Ta'aalaa

3)         Shalat Dhuha,
Shalat sunnah yang dikerjakan ketika matahari baru naik.
Jumlah rakaatnya minimal 2 maksimal 12.
Niatnya   :  Ushalli sunnatal Dhuha rak'ataini lillahi Ta'aalaa





4)         Shalat Rawatib,
shalat sunnah yg dikerjakan mengiringi shalat fardhu.
A.      Qabliyah adalah shalat sunnah rawatib yang dikerjakan sebelum shalat wajib.
Waktunya  :
ü  2 rakaat sebelum  shalat  subuh,
ü  2 rakaat sebelum  shalat  Dzuhur,
ü  2 atau 4 rakaat  sebelum  shalat Ashar,
ü  2 rakaat sebelum  shalat  Isya.
Niatnya    :   Ushalli sunnatan .............  rak'ataini Qibliyyatan lillahi

B.      Ba'diyyah adalah shalat sunnah rawatib yang dikerjakan setelah  shalat fardhu.
Waktunya :
ü  2 atau  4 rakaat sesudah shalat Dzuhur,
ü  2 rakaat  sesudah shalat Magrib
ü  2 rakaat  sesudah shalat Isya.
Niatnya : Ushalli sunnatadh ........ rak'ataini Ba'diyyatan lillahi Ta'aalaa
 





5)         Shalat Tahajud,
shalat sunnah pada waktu malam. Sebaiknya lewat tengah malam
dan setelah tidur. Minimal 2 rakaat maksimal sebatas kemampuan kita.
Niatnya :  Ushalli sunnatal tahajjudi rak'ataini lillahi Ta'aalaa

6)         Shalat Istikharah,
shalat sunnah 2
rakaat untutk meminta petunjuk yg baik, bila kita menghadapi 2 pilihan atau ragu  dalam mengambil keputusan. Sebaiknya dikerjakan pada 2/3 malam terakhir.
Niatnya :  Ushalli sunnatal Istikharah rak'ataini lillahi Ta'aalaa

7)          Shalat Hajat,
shalat sunnah 2
rakaat untuk memohon agar hajat kita dikabulkan  oleh Allah SWT. Minimal 2 rakaat maksimal 12 rakaat dengan salam setiap 2 rakaat.
Niatnya : 
Ushalli sunnatal Haajati rak'ataini lillahi Ta'aalaa

8)         Shalat Mutlaq,
shalat sunnah  tanpa sebab dan tidak ditentukan waktunya, juga tidak dibatasi jumlah rakaatnya.

Niatnya     :   Ushalli sunnatal rak'ataini lillahi Ta'aalaa

9)         Shalat Taubat,
Shalat sunnah yang dilakukan setelah merasa berbuat dosa kepada Allah SWT, agar mendapat ampunanNya.
Niatnya :  Ushalli sunnatal Taubati rak'ataini lillahi Ta'aala

10)     Shalat Tasbih,
shalat sunnah yang dianjurkan dikerjakan tiap malam, jika tidak bisa 1minggu sekali / paling tidak seumur hidup sekali.
Shalat ini sebanyak 4 rakaat, dengan ketentuan jika dikerjakan pada siang hari cukup dengan 1 salam, Jika dikerjakan pada malam hari dengan 2 salam.
Niat    :   Ushalli sunnatan tasbihi raka'ataini lilllahi ta'aalaa.

11)     Shalat Tarawih,
shalat sunnah sesudah shalat Isya, pada bulan Ramadhan.
Niat shalat tarawih :
Ushalli sunnatan Taraawiihi rak'ataini (Imamam/makmuman) lillahi ta'aallaa
artinya :
"Aku niat shalat sunat tarawih 2rakaat (imamam/makmum) krn Allah"

12. Shalat Witir,
shalat sunnat Mu Akad (dianjurkan) yg biasanya dirangkaikan dengan shalat tarawih,
 Blngan shalat witir 1,3,5,7 smpai 11rakaat.
Niat :  Ushalli sunnatal witri rak' atan lillahi ta'aalaa
artinya :  "Aku niat shalat sunnat witir rakaat krn Allah"

13. Shalat Hari Raya,
shalat Idul Fitri  pada 1 Syawal  dan  Idul Adha pada 10 Dzulhijah. Hukumnya sunnah Mu akad (dianjurkan).
Niat Shalat Idul Fitri :
Ushalli sunnatal li, iidil fitri rak'ataini (imamam/makmumam) lillahi Taa'laa
Niat Shalat Idul Adha :
Ushalli sunnatal li'iidil Adha rak'ataini (imamam.makmumam) lillahita'aalaa
Waktu shalat hari raya adalah setelah terbit matahari sampai condongnya matahari.
 Syarat, rukun & sunnatnya sama seperti shalat yg lainnya. Hanya ditambah beberapa sunnat sebagai berikut :
a. Berjamaah
b. Takbir 7kali pada rakaat pertama dan  5 kali pada rakat ke 2
c. Mengangkat tangan setinggi bahu pada  tiap takbir.
d. Setelah takbir yg ke2 sampai takbir yang terakhir baca tasbih.
e. Membaca surat Qaf di rakaat pertama&surat Al Ghasiyah pada rakaat kedua.
f. Imam menyaringkan bacaannya
g. Khutbah 2kali setelah shalat sebagaimana khutbah jum'at
h. Pada khutbah Idul Fitri memaparkan tentang zakat fitrah & pada Idul Adha tentang hukum-hukum Qurban.
i. Mandi, berhias, memakai pakaian sebaik-baiknya.
j. Makan terlebih dahulu pada shalat Idul Fitri, pada Shalat Idul Adha sebaliknya.


14. Shalat Khusuf,
shalat sunat sewaktu terjadi gerhana bulan/matahari. Minimal 2rakaat.
Caranya mengerjakannya :
a). Shalat 2 rakaat dengan 4 x  ruku' yaitu pada rakaat pertama, setelah ruku'&I'tidal baca fatihah lagi kemudian ruku'&I'tidal kembali setelah itu sujud sebagaimana biasa. Begitu pula pada rakaat ke 2.
b). Disunatkan baca surat yang panjang, sedang membacanya pada waktu gerhana bulan harus nyaring, sedangkan pada gerhana matahari sebaliknya.
Niat shalat gerhana bulan :  Ushalli sunnatal khusuufi rak'ataini lillahita'aalaa
artinya :  Aku niat shalat gerhana bulan 2rakaat krn Allah"

15. Shalat Istiqa',
shalat sunat yg dikerjakan untuk memohon hujan kepada Allah SWT.
Niatnya :  Ushalli sunnatal Istisqaa-i rak'ataini (imamam/makmumam) lillahita'aalaa
artinya :  "Aku niat shalat istisqaa 2rakaat (imam/makmum) karena Allah"
Syarat-syarat mengerjakana Shalat Istisqa :
a). 3 hari sebelumnya agar ulama memerintahkan umatnya bertaobat dengan berpuasa dan meninggalkan segala kedzaliman serta menganjurkan beramal shaleh. Sebab menumpuknya dosa itu mengakibatkan hilangnya rejeki dan datangnya murka Allah.
 b). Pada hari ke4 semua penduduk termasuk yang lemah dianjurkan pergi kelapangan dengan pakaian sederana dan tanpa wangi-wangian untuk  shalat Istisqa'
c). Usai shalat diadakan khutbah 2 kali. Pada khutbah pertama hendaknya baca istigfar  9 x  dan pada khutbah kedua 7x. Pelaksanaan khutbah istisqa berbeda dgn khutbah lainnya, yaitu :
a. Khatib disunatkan memakai selendang.
b. Isi khutbah menganjurkan byk beristigfar,berkeyakinan bhw Allah SWT akan mengabulkan permintaan mereka.
c. Saat berdo'a hendaknya mengangkat tangan setinggi-tingginya.
d. Saat berdo'a pada khutbah kedua, khatib hendaknya menghadap kiblat membelakangi makmumnya.










 


SHOLAT  BERJAMA’AH


Salat berjamaah (Sholatul jama'ah) merujuk pada aktivitas salat yang dilakukan secara bersama-sama. Salat ini dilakukan oleh minimal dua orang dengan salah seorang menjadi imam (pemimpin) dan yang lainnya menjadi makmum.
Keutamaan
Adapun keutamaan salat berjama'ah dapat diuraikan sebagai berikut:
  • Salat berjama'ah lebih utama dari pada salat sendirian, dengan pahala 27 derajat.[1]
  • Dari setiap langkahnya diangkat kedudukannya satu derajat dan dihapuskan baginya satu dosa serta senantiasa dido'akan oleh para malaikat.[2]
  • Terbebas dari pengaruh (penguasaan) setan.[3]
  • Memancarkan cahaya yang sempurna di hari kiamat.[4]
  • Mendapatkan balasan yang berlipat ganda.[5]
  • Sarana penyatuan hati dan fisik, saling mengenal dan saling mendukung satu sama lain.[6]
  • Membiasakan kehidupan yang teratur dan disiplin. Pembiasaan ini dilatih dengan mematuhi tata tertib hubungan antara imam dan ma'mum, misalnya tidak boleh menyamai apalagi mendahului gerakan imam dan menjaga kesempurnaan shaf-shaf salat.[7]
  • Merupakan pantulan kebaikan dan ketaqwaan.[8]
Kriteria Imam
Kriteria pemilihan Imam salat tergambar dalam hadits Nabi Muhammad SAW. yang diriwayatkan oleh Abu Mas'ud Al-Badri:
"Yang boleh mengimami kaum itu adalah orang yang paling pandai di antara mereka dalam memahami kitab Allah (Al Qur'an) dan yang paling banyak bacaannya di antara mereka. Jika pemahaman mereka terhadap Al-Qur'an sama, maka yang paling dahulu di antara mereka hijrahnya ( yang paling dahulu taatnya kepada agama). Jika hijrah (ketaatan) mereka sama, maka yang paling tua umurnya di antara mereka".
1.       ^ Rasulullah SAW bersabda: "Salat berjama'ah itu lebih utama dari pada salat sendirian sebanyak dua puluh tujuh derajat." (HR. Bukhari dan Muslim dari Ibnu Umar RA)
2.       ^ Rasulullah SAW bersabda: "Salat seseorang dengan berjama'ah itu melebihi salatnya di rumah atau di pasar sebanyak dua puluh lima kali lipat. Yang demikian itu karena bila seseorang berwudhu' dan menyempurnakan wudhu'nya kemudian pergi ke masjid dengan tujuan semata-mata untuk salat, maka setiap kali ia melangkahkan kaki diangkatlah kedudukannya satu derajat dan dihapuslah satu dosa, dan apabila dia mengerjakan salat, maka para Malaikat selalu memohonkan untuknya rahmat selama ia masih berada ditempat salat selagi belum berhadats, mereka memohon: "Ya Allah limpahkanlah keselamatan atasnya, ya Allah limpahkanlah rahmat untuknya.' Dan dia telah dianggap sedang mengerjakan salat semenjak menantikan tiba waktu salat." (HR. Bukhari dan Muslim dari Abu Huraira RA, dari terjemahan lafadz Bukhari)
3.       ^ Rasulullah SAW bersabda: "Berikanlah khabar gembira orang-orang yang rajin berjalan ke masjid dengan cahaya yang sempurna di hari kiamat." (HR. Abu Daud, Turmudzi dan Hakim)
4.       ^ Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa yang salat Isya dengan berjama'ah maka seakan-akan ia mengerjakan salat setengah malam, dan barangsiapa yang mengerjakan salat shubuh berjama'ah maka seolah-olah ia mengerjakan salat semalam penuh. (HR. Muslim dan Turmudzi dari Utsman RA)
5.       ^ Rasulullah SAW terbiasa menghadap ke ma'mum begitu selesai salat dan menanyakan mereka-mereka yang tidak hadir dalam salat berjama'ah, para sahabat juga terbiasa untuk sekedar berbicara setelah selesai salat sebelum pulang kerumah. Dari Jabir bin Sumrah RA berkata: "Rasulullah SAW baru berdiri meninggalkan tempat salatnya diwaktu shubuh ketika matahari telah terbit. Apabila matahari sudah terbit, barulah beliau berdiri untuk pulang. Sementara itu di dalam masjid orang-orang membincangkan peristiwa-peristiwa yang mereka kerjakan di masa jahiliyah. Kadang-kadang mereka tertawa bersama dan Nabi SAW pun ikut tersenyum." (HR. Muslim)
6.       ^ Rasulullah SAW bersabda: "Imam itu diadakan agar diikuti, maka jangan sekali-kali kamu menyalahinya! Jika ia takbir maka takbirlah kalian, jika ia ruku' maka ruku'lah kalian, jika ia mengucapkan 'sami'alLaahu liman hamidah' katakanlah 'Allahumma rabbana lakal Hamdu', Jika ia sujud maka sujud pulalah kalian. Bahkan apabila ia salat sambil duduk, salatlah kalian sambil duduk pula!" (HR. Bukhori dan Muslim, shahih)
Dari Barra' bin Azib berkata: "Kami salat bersama Nabi SAW. Maka diwaktu beliau membaca 'sami'alLaahu liman hamidah' tidak seorang pun dari kami yang berani membungkukkan punggungnya sebelum Nabi SAW meletakkan dahinya ke lantai. (Jama'ah)
7.       ^ Allah SWT berfiman: "Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir, serta tetap mendirikan salat." (At-Tawbah 9:18)
8.       ^ Rasulullah SAW bersabda: "Janganlah kamu larang wanita-wanita itu pergi ke masjid-masjid Allah, tetapi hendaklah mereka itu keluar tanpa memakai harum-haruman." (HR. Ahmad dan Abu Daud dari Abu Huraira RA)
9.       ^ "Siapa-siapa di antara wanita yang memakai harum-haruman, janganlah ia turut salat Isya bersama kami." (HR. Muslim, Abu Daud dan Nasa'i dari Abu Huraira RA, isnad hasan)
10.   ^ Hadits dari Ummu Humaid As-Saayidiyyah RA bahwa Ia datang kepada Rasulullah SAW dan mengatakan: "Ya Rasulullah, saya senang sekali salat di belakang Anda." Beliaupun menanggapi: "Saya tahu akan hal itu, tetapi salatmu di rumahmu adalah lebih baik dari salatmu di masjid kaummu, dan salatmu di masjid kaummu lebih baik dari salatmu di masjid Umum." (HR. Ahmad dan Thabrani)
11.   ^ Rasulullah SAW bersabda: "Janganlah kalian melarang para wanita untuk pergi ke masjid, tetapi (salat) di rumah adalah lebih baik untuk mereka." (HR. Ahmad dan

Keutamaan Shalat Berjama’ah di Masjid
Shalat berjama’ah di masjid memiliki banyak keutamaan, antara lain
1.   Shalat berjama'ah di masjid lebih baik 27 kali dari pada shalat sendirian
2.   Dinaikkan derajatnya dan dihapuskannya dosa pada setiap langkah kaki seseorang yang menuju ke masjid untuk shalat berjama’ah
3.   Dibacakan shalawat dan dido’akan oleh para malaikat



 

BACAAN DO’A SETELAH SHOLAT


BACAAN DOA DZIKIR SAAT SHALAT DAN SETELAH SHALAT FARDHU

Berikut bacaan, doa, dzikir dan wirid yang biasa dibaca pada saat shalat dan setelah shalat fardhu.


BACAAN DOA IFTITAH

Adalah bacaan yang dibaca setelah takbirotul ihram (takbir pembuka dalam sholat). Dan umumnya hanya dibaca pada shalat fardhu.

Berikut bacaan doa iftitah:

كَبِيرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرا وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً
إنِي وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِى فَطَرَ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا أَنَا مِنَ اْلمُشْرِكِين
إِنَّ صَلاَتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلَّهِ رَبِّ اْلعَالَمِينَ
لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ اْلمُسْلِمِينَ

BACAAN DOA TASYAHHUD (TAHIYAT) AWAL

التَّحِيَّاتُ ألمُبَاركاتُ الصَّلَوَاتُ َالطَّيِّبَاتُ ِلِلَّهِ السَّلَامُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ السَّلا مُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالحينَ ِ أَشْهَدُ أَنْ لا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ محَمَّدًا رَسُولُُ الله اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سيدنا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سيدنا مُحَمَّدٍ

BACAAN DOA TASYAHHUD (TAHIYAT) AKHIR
التَّحِيَّاتُ ألمباركات الصَّلَوَاتُ َالطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ السَّلَامُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ السَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ ِ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُُ الله اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سيدنا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سيدنا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سيدنا إبْرَاهِيم وعَلَي آلِ سَيدنا إِبْرَاهِيمَ و بَارِِكْ عَلَى سيدنا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سيدنا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سيدنا إبراهيم و علي آلِ سيدناإِبْرَاهِيمَ في العالمين إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ
الَلهُمّ إنّي أعوذُبِكَ مِن عَذَابِ القَبرِ وَمِنْ عَذَابِ النارِ وِمْن عَذَاِب الِفتْنَةِ المَسِيحِ الدَجّال
يَا مُقَلّبَ القُلُوب ثَبِّتْ قَلْبي عَليَ دِيْنِك


BACAAN DOA ANTARA DUA SUJUD
رَبِّ اغْفِرْ ِلي وَارْحمَني وَاجْبرُنِي وَارْفَعْني وَارْزُقْنيِ وَعَافِني وَاعْفُ عَِني


BACAAN DOA SETELAH BANGUN DARI RUKU ( I’TIDAL )
رَبّنا لَكَ الحَمْدَ مِلْءُ السَمَوَاتِ وَمِلْءُ الأرْضِ وَمِلْءُ مَا شِئْتَ ِمنْ شَيءٍ بَعْدُ


VII. NIAT SHALAT WAJIB LIMA WAKTU

Berikut bacaan niat shalat lima waktu. Untuk shalat berjamaah, tambahkan makmuman atau imaman sesuai dengan posisi Anda.

1. Shalat Subuh
اُصَلِّى فَرْضَ الصّبْحِ رَكْعَتَينِ مُسْتَقْبِلَ الِقبْلَةِ اَدَاءً ِلله تعالى
2. Shalat Dzuhur
اصلّى فرض الظّهراربع ركعات مستقبل القبلة اداءلله تعالى
3. Shalat Ashar
اصلّى فرض العصراربع ركعات مستقبل القبلة اداءلله تعالى
4. Shalat Maghrib
اصلّى فرض المغرب ثلاث ركعات مستقبل القبلة اداءلله تعالى
5. Shalat Isya'
اصلّى فرض العشاءاربع ركعات مستقبل القبلة اداءلله تعالى



VIII. BACAAN DZIKIR WIRID DOA SETELAH SHALAT 5 WAKTU

Setelah shalat, terutama sholat berjamaah, biasanya diiringi oleh bacaan wirid dzikir dan doa yang dipandu oleh imam shalat.
Bacaan berikut bisa juga dibaca sendirian.

أَسْتَغْفِرُاللهَ الْعَظِيْمَ لِى وَلِوَالِدَيَّ وَلِمَشَائِخِيْ وَلِأصَحابِ اْلحُقُوْقِ الْوَاجِبَاتِ عَلَيَّ وَلجَمِيعِ الْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ أَلْاَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالاَمْوَاتِ×3
لاَ اِلهَ اِلاَّ اللّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَه, لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِى وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ×3
أَللّهُمَّ أَجِرْنِيْ مِنَ النَّارِ×3
أَللّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ وَمِنْكَ السَّلاَمُ وَاِلَيْكَ يَعُوْدُالسَّلاَمُ فَحَيِّنَا رَبَّنَا بِالسَّلاَمِ وَأَدْخِلْنَا الْجَنَّةَ دَارَ السَّلاَمِ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ يَاذَالْجَلاَلِ وَالاِكْرَامِ. أَللّهُمَّ لاَ مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ وَلاَمُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ وَلاَ رَادَّ لِمَا قَضَيْتَ وَلاَ يَنْفَعُ ذَالْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ
اللَهْمَّ أعِنَا عَلَي ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وحُسْنِ بِعبادَتِك


اِلهِ يَا رَبِّيْ اَنْتَ مَوْلنَا
سُبْحَنَ اللّه. ×33
أَلْحَمْدُ لِلّهِ. ×33
أَللّهُ أَكْبَرُ ×33
أَللّهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلّهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَنَ اللّهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً، لاَ إِلهَ إِلاَّ اللّهُ وَحْدَه‘ لاَشَرِيْكَ لَه‘، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِيْ وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلى كُلِّ شُيْئٍ قَدِيْرٌ وحسبنا الله ونعم الوكيل ولا حول ولا قوة إلا بالله العلي العظيم
أستغفرالله العظيم ×33
أَفضَلُ الِذكْرِ فَاعْلَمْ أنَهُ لاإله إلا الله مُحمدً رَسُولُ الله×3
لآاِلهَ اِلاَّ اللّه 33×

Tidak ada komentar:

Posting Komentar